BUDI DAYA IKAN HIAS

A. KOMODITAS IKAN HIAS

      Indonesia memiliki banyak jenis ikan hias air tawar. Menurut catatan kementerian kelautan dan perikanan, saat ini terdapat lebih kurang dari 1.100 spesies ikan hias air tawar yang diperdagangkan secara global. Dari jumlah itu, Indonesia memiliki 400 spesies, lagu derajat 90 spesies yang dibudidayakan secara luas oleh masyarakat.

      Beberapa jenis ikan hias air tawar asal Indonesia yang menjadi primadona pasar, di antaranya arwana dan cupang.Indonesia juga berhasil memdomestikasi ikan impor seperti koki, koi, discus, dan guppy. Berikut ini beberapa jenis ikan hias air tawar bernilai ekonomi tinggi yang paling banyak dicari dan berpotensi di budidayakan.

1. Koi (Cyprinus Carpio L)

      Koi pertama kali dikembangkan di Jepang. Daya tarik ikan koi adalah memiliki warna-warni yang menarik dan indah. Ikan koi memerlukan ruang gerak yang luas serta mudah di perkembangbiakan.

2. Cupang (Betta sp.)

      Ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan air tawar endemik Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya. Habitat asli ikan ini adalah rawa-rawa di daerah tropis. Ikan cupang sanggup hidup dalam volume air yang sedikit dan oksigen yang minim. Cupang dapat disimpan dalam toples terbuka yang tidak beraerasi. Ikan ini berkembang biak dengan cara bertelur dan telurnya menempel pada substrat seperti akar tanaman, daun-daun dan serabut tapia. Berdasarkan siripnya, cupang dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :

      a. Halfmoon (setengah bulan)

            Cupang jenis ini memiliki sirip dan ekor yang lebar dan simetris menyerupai bentuk bulan setengah. Jenis cupang ini pertama kali dibudi daya di Amerika Serikat oleh Peter Goettner pada tahun 1982.

      b. Crowntail (ekor mahkota) atau serit

            Cupang jenis ini mempunyai sirip dan ekor yang menyerupai sisir sehingga di namakan serit.

      c. Plakat halfmoon

            Bentuk badannya hampir mirip dengan cupang laga tapi jenis plakat halfmoon mempunyai ekor dan sirip yang lebih indah.

3. Arwana (Scleropages sp.)

      Arwana merupakan salah satu jenis ikan endemik, di Indonesia banyak ditemukan di perairan air tawar Kalimantan dan Papua. sentra produksi ikan arwana terdapat di Kalimantan dan Sumatera.

4. Ikan Mas Koki (Carrasius Auratus)

      Mas koki pertama kali dikenal sebagai ikan hias di China, namun yang mempopulerkan ikan koki ke seluruh dunia adalah bahasa Jepang. Sentra produksi koki terbesar ada di Tulung Agung, Jawa timur.

5. Guppy (Poecilia Reticulate)

      Guppy berasal dari wilayah Amerika tengah dan Amerika Selatan. Ikan guppy bereproduksi secara internal dan melahirkan anak yang langsung beradab dengan baik. Dalam satu kali perkawinan dapat menghasilkan 3 kali kelahiran dalam waktu 3 minggu, dimana 1 ekor indukan betina dapat menghasilkan ± 60 burayak.

6. Louhan (Kelompok Chiclid)

      Louhan dalam bahasa Inggris dikenal dengan apa flowerhorn chiclid tidak ditemukan di alam bebas. Louhan pertama kali dikembangkan di Malaysia. Selain di Malaysia, juga dikembangkan di Taiwan, kemudian menyebar ke berbagai negara.

7. Discus (Symphysodon Discus)

      Discus berasal dari perairan Amazon, disebut discus karena bentuknya seperti piringan (disk) dengan warna-warni yang atraktif. sifat ikan ini sangat tenang dan gerakannya lambat sehingga disebut raja akuarium. Ukuran yang paling besar bisa mencapai diameter 15 cm.

      Discus cocok diperkembangbiakan di wilayah iklim tropis dengan suhu air 25-30°C, pH 6-6,5 dan kesadahan 3-5 dH.


Jenis jenis ikan hias laut yang diekspor warna-warna yang mencolok, antara lain :

1. Blue Tangs

      Blue Tang atau di Indonesia biasa disebut dengan nama Lettersix atau Dori adalah ikan yang indah untuk aquarium air laut.

2. Yellow Tangs

      Yellow Tangs adalah jenis ikan herbivora yang berasal dari Hawaii, Amerika serikat.

3. Clownfish 1 badut

      Ikan badut tergolong jenis ikan omnivora, memakan larva crustacea, parasit pada anemon dan alga, dikenal agresif dalam menjaga teritorinya.

4. Butterfly Fish

      Butterfly fish adalah kelompok ikan laut tropis dengan warna yang mencolok, kebanyakan ditemukan di daerah terumbu karang perairan Atlantik, Hindia dan samudra Pasifik, terdapat sekitar 120 spesies yang tersebar di 10 negara.


B. SARANA DAN PERALATAN BUDIDAYA (PEMBESARAN) IKAN HIAS

1. Bahan

      a. Benih

           Benih adalah anakan ikan dari mulai menetas sampai ukuran tertentu ikan yang akan digunakan untuk kegiatan usaha budidaya berikutnya.

      b. Air

           Air sebagai media budidaya. pengelolaan kualitas air merupakan cara pengendalian kondisi lingkungan air di dalam kolam budidaya sehingga dapat memenuhi persyaratan hidup ikan.

      c. Pakan

           Pakan merupakan sumber energi dan nutrisi untuk pertumbuhan ikan.

      d. Obat - obatan

           pada proses pemeliharaan sangat memungkinkan munculnya penyakit ikan. hal itu dapat dihindari dengan mengendalikan kualitas air agar tetap terjamin. Jenis obat-obatan yang sering digunakan yaitu metilen blue (mencegah jamur), kalium permanganat (mencegah jamur), malasit green (mencegah parasit golongan protozoa).

2. Alat

     a. Penggaris

     b. Serokan lamit atau jaring

     c. Alat sortir

     d. Timbangan

     e. Wadah

     f. Instalasi Aerasi.

3. Wadah Budi Daya Ikan Hias

     1. Kolam

     2. Bak

     3. Akuarium


C. PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT

      Penyakit yang biasa muncul pada proses pemeliharaan ikan hias adalah sebagai berikut : 

      1. Penyakit bintik putih

           Jasad penyebab penyakit bintik putih adalah Ichthyophthirius multifiliis. Penyakit ini sering disebut dengan nama "Ich" atau "white spot". Gejala klinis yang ditunjukkan adalah adanya bintik putih baik pada kulit, sirip, mata, dan insang, yang sering terjadi pada ikan ukuran kecil (benih). Kasus infeksi ini lebih sering terjadi pada kondisi ikan dengan kepadatan tinggi, dengan suhu air rendah (<25°C).

           penanggulangan parasit dilakukan dengan cara pencegahan yaitu mempertahankan kualitas perairan dalam keadaan yang optimal antara lain cukup oksigen, mengurangi kepadatan serta mempertahankan suhu air. wadah pada larutan campuran formalin 25 ml/m³ air dan malachite green oxalat 0.15 g/m³ air selama 24 jam.

      2. Penyakit Trichodiniasis

           Penyakit ini disebabkan oleh Trichodina sp. Parasit ini banyak terjadi pada ikan ukuran benih terutama apabila berada dalam keadaan stress yang disebabkan antara lain oleh kepadatan tinggi, penanganan yang kurang sempurna, pemberian pakan yang kurang tepat (mutu maupun jumlahnya), terutama pada keadaan temperatur rendah. Gejala klinis yang ditunjukkan nya adalah ikan yang infeksi biasanya menggosok-gosokkan badannya pada dasar atau dinding bak atau kolam.

           penanggulangan penyakit tersebut dapat dilakukan dengan cara pencegahan yaitu dengan penanganan yang sempurna, penerapan sanitasi wadah, air serta manajemen budidaya yang sempurna. Pengobatan dapat dilakukan dengan cara perendaman dalam larutan formalin 25 ml/m³ air selama 24 jam, atau acriflavin dengan dosis 3 mg/l air selama 15 sampai 30 menit yang dilakukan dalam bak atau wadah penampung.

      3. Penyakit Tetrahymena

           Penyakit tersebut disebabkan oleh tetrahymena pyriformis dapat menginfeksi kulit dan sirip. Organisme penyebab penyakit tersebut kalau dilihat dengan mikroskop berbentuk seperti buah pir. gejala klinisnya acara ikan yang infeksi menggosok gosokkan tubuhnya pada dasar atau dinding bak, serta mengibas-ngibaskan siripnya. Pengobatan dapat menggunakan acriflavine 3mg/l air dengan cara perendaman selama 15 sampai 30 menit.

      4. Penyakit Cacing

           Cacing tersebut biasanya terdapat pada insang maupun kulit. Cacing jenis Dactylogyrus sp. dan Gyrodactylus spp., seta Quadriacanthus sp. merupakan parasit yang banyak menyerang ikan budidaya terutama yang ukuran kecil. gejala klinisnya adalah frekuensi pernafasan atau gerakan insang bertambah cepat, ikan berwarna lebih gelap dan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding bak dan lama-lama akan menjadi kurus.

            Penanggulangan parasit ini dapat dengan cara mencegah terjadinya infeksi yaitu dengan mengurangi padat penebaran. pengobatan juga dapat dilakukan dengan menggunakan formalin 150 ml/m³ air, dengan cara perendaman dalam wadah penampung.

Nama = Inggrit Handa Lekha

Kelas  = 9h

No.      = 14


      






Komentar