KERAJINAN BAHAN KERAS
A. PRINSIP KERAJINAN BAHAN KERAS
Adapun prinsip pembuatan kerajinan bahan keras meliputi :
1. Keunikan Bahan Kerajinan
2. Keragaman Muatan Nilai dalam Produk Kerajinan
3. Aspek Rancangan dalam Produk Kerajinan
Adapun faktor-faktor permasalahan objektif yang diperlukan untuk diketahui sebelum perancangan adalah sebagai berikut :
1. Faktor Teknis
• metode produksi yang handal
• penerapan daya mesin atau manual
• tingkat kemahiran sumber daya manusianya.
2. Faktor Ekonomis
• pemasaran yang tahan persaingan
• sistem pemasukan atau distribusi
• kebijakan penciptaan
• nilai jual dan keberagaman suku cadang
• selera masyarakat terhadap produk tersebut.
3. Faktor Ergonomis
• kenyamanan
• keamanan
• kesesuaian
• kepraktisan.
4. Faktor Sains dan Teknologi
• terdapat unsur kebaruan atau temuan baru
• selalu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi.
5. Faktor Estetika
• menampilkan bentuk keindahan
• memiliki daya pikat
• terjadi ketidakserasian
• penggarapan yang rinci atau detail
• perupaan atau pewarnaan
• kesan atau gugahan yang ditampilkan.
6. Faktor Kondisi Lingkungan
• nilai budaya
• kondisi lingkungan atau wilayah setempat.
B. JENIS DAN KARAKTER KERAJINAN BAHAN KERAS
Beberapa bahan keras yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan terbagi dalam dua jenis, yaitu :
1. Bahan Keras Alam
Bahan keras alam adalah bahan untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam sekitar dan merupakan sumber daya alam baik hutan, bumi, maupun perairan Indonesia. Sifatnya pejal, solid, kuat, padat, dan tidak mudah berubah bentuk. Contoh bahan keras alam yang kita kenal adalah kayu, bambu, rotan dsb.
2. Bahan Keras Buatan
Bahan keras buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan bahan tertentu sehingga menjadi keras, dan memiliki sifat kuat dan tahan lama. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa kaleng, kaca, dsb.
Ciri-ciri dari bahan keras, yaitu :
1. Bahan Keras Alam
a. Kayu
• kayu terdiri dari berbagai macam jenis.
• masing-masing kayu memiliki ciri yang berbeda.
• memiliki lingkaran tahun.
• tahan lama dan dapat dibentuk dengan ukir.
• ada yang memiliki beban ringan seperti lame dan albasia, ada pula yang berat seperti jati.
• sebagian dapat memuai karena perubahan suhu, tidak demikian untuk kayu jati.
b. Bambu
• batangnya kuat namun akan terjadi pelapukan jika terkena air terus-menerus.
• memiliki rongga ukuran 1 cm hingga 20 cm.
• memiliki ruas batang.
• tekstur batang nya harus meskipun tidak diamplas.
• dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.
c. Rotan
• datangnya kuat lebih kuat dari bambu.
• rotan yang dimanfaatkan sebagai kerajinan ada yang berongga ada yang tidak.
• memiliki ruas batang namun lebih lama dibanding.
• tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.
• dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentukku utuhan.
• rotan memiliki bentuk yang panjang bisa mencapai 10 meter karena hidupnya menjalar dan melilit, sedangkan panjangnya selalu bertambah.
2. Bahan Keras Buatan
a. Kaca
• kaca wujudnya transparan dan bening.
• ketebalannya bervariasi antara 1 mm - 2 cm tergantung pada kebutuhan.
• permukaan yang licin dan kilap.
• kaca dapat dilebur dan dibentuk dalam kondisi panas.
b. Logam
• Logam terdiri dari berbagai warna, ada yang perak, emas, ada yang kemerahan/kecoklatan, dan juga berwarna perak keabu-abuan.
• bentuknya ada yang tebal dan berat, ada pula yang pipih dan tipis lagi ringan.
• logam mudah terkorosi oleh udara.
C. PROSES PRODUKSI KERAJINAN BAHAN KERAS
Teknik yang digunakan untuk kerajinan bahan keras sangat bervariasi, diantaranya bisa berupa ukir, pahat, cukil, anyam, potong sambung, lukis, tiup, tatah, dsb.
1. Kerajinan Bahan Keras Alam
Pembuatan produk kerajinan bahan keras alam di setiap wilayah tentunya berbeda dengan wilayah lainnya. Misalnya Palu (Sulawesi Tengah), daerah ini dikenal sebagai penghasil kayu hitam.
a. Kerajinan Kayu
Indonesia memiliki hutan tropis yang banyak menyimpan kekayaan alam kayu terbesar di dunia. Kerajinan ukir dari beberapa daerah di Indonesia sudah dikenal di mancanegara sejak zaman dahulu. Beberapa daerah yang dikenal ukiran atau pahatannya adalah Jepara, Yogyakarta, Cirebon, Bali, Toraja, Palembang, Kalimantan, dsb.
Proses mengukir dan memahat diawali dengan yang biasa dilakukan yaitu : membuat sketsa terlebih dahulu di atas kayu, lalu kayu dipahat dengan menggunakan alat pahat dan pemukul yang terbuat dari kayu.
Contoh produk kerajinan kayu adalah bingkai foto ukir, vas bubut dan ukir, aneka rumah adat dan kendaraan, dan miniatur kendaraan.
b. Kerajinan Bambu
Tanaman bambu sejak dahulu telah dibudidayakan di Indonesia, India, Bangladesh. Istilah lain untuk bambu adalah buluh, aur, atau eru. Dalam bahasa Makassar, bambu disebut Bulo. Terbukti dengan prinsip mereka diambil dari kata bambu yakni Abbulo sibatang, artinya : per batang bambu; dan maknanya adalah persatuan. Saat ini Tasikmalaya sebagai salah satu kota penghasil bambu terbesar di Jawa barat telah menjadi salah satu sentra perajin - perajin bambu.
Contoh produk kerajinan bambu adalah sandal, aneka alat rumah tangga, kap lampu, dan tempat tidur.
c. Kerajinan Rotan
Rotan atau dalam bahasa Inggris adalah rattan merupakan sejenis tanaman akar-akaran liar yang banyak tumbuh di daerah hutan hujan tropis. Kulit rotan dapat menghasilkan anyaman yang sangat kuat. bagian dalam rotan jika dibelah akan menghasilkan tali rotan yang tipis yang disebut fitrit/Petrik. Penghasil rotan mentah terbesar di Indonesia adalah pulau sulawesi dan Kalimantan, namun tumbuh juga di hutan-hutan Sumatera, Jawa dan daerah lainnya.
Contoh produk kerajinan rotan adalah hiasan gerobak becak, aneka tas Kalimantan, tas rotan masa kini, dan aneka produk kebutuhan rumah tangga.
2. Kerajinan Bahan Keras Buatan
Bahan-bahan yang digunakan biasa berupa kaleng, kaca, logam, dsb. Teknik yang digunakan juga sangat bervariasi, di antaranya bisa berupa lukis ataupun dipotong dan dirakit, dicor dan teknik lainnya.
a. Kerajinan Kaca
Kaca dapat dibentuk dengan cara dilukis. Lukis kaca adalah jenis kerajinan yang menampilkan gaya lukisan di atas media kaca. Gaya lukisan yang sering digunakan adalah dekoratif, karena lukisan dibuat dengan cara elemen hiasan yang setiap ornamen yang digunakan. Dilihat dari pewarnaan yang sering digunakan, lukis kaca memiliki kecenderungan transparan. Sehingga jika digunakan sebagai penghias ruangan tampak tembus pandang.
Wilayah yang masyarakatnya dikenal sebagai penghasil lukis kaca adalah Cirebon, Jepara, dan daerah yang tersebar di kepulauan Jawa. Tujuan melukis kaca adalah untuk memperindah ruangan. Selain lukis kaca, ada juga kaca patri. lukis kaca dibuat dengan cara melukis kaca sesuai pola yang diletakkan di bawah kaca. Sedangkan kaca patri menggunakan teknik mematri pada bagian sambungan kaca. baik lukis kaca maupun kaca patri terdapat garis luar (out line) yang dibuat dengan warna yang tegas seperti hitam, emas dan perak.
Contoh produk kerajinan kaca adalah lukisan gajah di atas awan, pemandangan sunrise, bunga pada botol, bunga pada jendela kaca.
b. Kerajinan Logam
Daerah penghasil kerajinan emas terdapat di Kalimantan Selatan dan Jawa. Kerajinan perak terdapat di daerah Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Bali. bahan logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau aksesoris, berkembang pula sebagai benda hias dan fungsional lainnya, seperti gelas, teko, nampan, bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan. Bahan logam diolah dengan teknik bakar/pemanasan, dan tempa. Logam yang digunakan sebagai kerajinan ada juga dalam bentuk kaleng.
Contoh produk kerajinan logam adalah bros, hiasan gajah, teko, dan cangkir.
D. KEMASAN PRODUK KERAJINAN BAHAN KERAS
kemasan secara umum dimaksud adalah sebagai bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk dari cuaca, guncangan dan benturan-benturan terhadap benda lain. Kemasan merupakan wadah sebuah produk kerajinan yang dapat melindungi produk, memudahkan penggunaan produk, memperindah penampilan produk, dan meningkatkan nilai jual sebuah produk.
Kita harus menggunakan kemasan yang menarik dan berbeda dari waktu ke waktu, agar dapat meningkatkan nilai jual sebuah produk, contoh kemasan kerajinan bahan keras adalah kemasan bentuk hati, kemasan bentuk kotak persegi.
Nama = Inggrit Handa Lekha
Kelas = 9h
No. = 14
Komentar
Posting Komentar